Wali Kota Makassar Muh Ramdhan "Danny" Pomanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di Balaikota Makassar, beberapa waktu lalu.


MAKASSAR-RONG - Makassar menjadi kota penuh prestasi. Semenjak Danny Pomanto menjabat menjadi Wali Kota Makassar, berbagai penghargaan silih berganti berdatangan. Senin, 11 Desember 2017, Makassar ditetapkan sebagai Kota Cerdas.


Tidak tanggung-tanggung, Makassar berhasil menggondol tiga kategori penghargaan sekaligus. Tiga penghargaan tersebut yaitu Rating Digital Government Reainess, Rating Kesiapan Integritas (Integration Readiness), serta Rating Pengembangan dan Pengelolaan Kota (smarter way).


Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Awarding Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017, di Gedung Dharnapala Kementerian Keuangan RI, Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara hadir secara langsung memberikan penghargaan tersebut, sekaligus kepada kota-kota lain yang juga mendapatkan penghargaan.


RKCI diinisiasi oleh Institut Teknologi Bandung dan didukung oleh APEKSI. Tujuan dari RCKI tersebut adalah untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas kota dengan cara cerdas. Penentuan Kota Cerdas tersebut juga dilakukan berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 93 kota di Indonesia.


Makassar sendiri sejauh ini telah memiliki program Sombere' & Smart City yang dicetuskan. Program tersebut telah cukup lama dicetuskan oleh Danny Pomanto. Danny Pomanto sendiri mengungkapkan jika Sombere dan Smart City adalah konsep yang menggabungkan menggabungkan antara perkembangan teknologi modern beserta kearifan lokal yang ada.


Danny mempunyai istilahnya sendiri untuk menjelaskan programnya tersebut. Menurut Danny, smart adalah perangkat kerasnya, atau bisa dikatakan sebagai pekerjaan yang terlihat hasilnya. Sedangkan Sombere adalah perangkat lunak, piranti yang tidak terlihat.


Sombere begitu bermakan bagi masyarakat Makassar. Sombere sendiri merupakan identitas khas dari masyarakat Makassar yang mempunyai yang begitu dalam. Sombere diukur dalam bentuk kesopanan santunan masyarakat, dan juga partisipasi masyarakat untuk membuat perubahan.


Danny Pomanto mencontohkan wujud dari hal tersebut dalam progam lorong gardennya. Dimana program tersebut masyarakat lah yang sangat aktif dan berpartisipasi untuk melakukan perubahan. Pemerintah hanya berperan sebagai pemantik atau fasilitator awal.


Namun setelah itu masyarakatlah yang bergerak dengan kebersamaan antarkeberagaman bekerja untuk menciptakan perubahan itu sendiri demi mewujudkan kesejahteraan mereka sendiri. "Smart city membuat setiap kota sederajat, namun sombere lah yang membuat kita lebih dari itu," ungkap Danny. (*)


http://www.siperubahan.com/read/ruang-bloggers/1513321130/makassar-kota-cerdas-indonesia-2017


#KecamatanPanakkukang

#MakassarDuaKaliTambahBaik

#MakassarTidakRantasa

#Sombere

#SmartCity

#JanganBiarkanMakassarMundurLagi

#TheShineOfPanakkukang



Penulis : Infomakassarrong