Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah meluncurkan Samsat Lorong, Samsat Sipakainga, dan Samsat Mobile Banking, di halaman Kantor Bapenda Sulsel, Kamis (8/11/2018).

MAKASSAR, INFORONG - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah meluncurkan Samsat Lorong, Samsat Sipakainga, dan Samsat Mobile Banking, di halaman Kantor Bapenda Sulsel, Kamis (8/11/2018).


Gubernur Sulsel menyambut baik inovasi ini karena memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Ia meminta kepada Bapenda Sulsel terus melakukan inovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Dikutip dalam rilis ke infomakassarrong.com, Kamis (8/11/2018), Menurutnya, pelayanan yang baik akan berdampak pada peningkatan pendapatan Bapenda Sulsel.


Peluncuran ini dihadiri juga Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Agus Wijayanto, Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Sulsel Jahja Joel Lami, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rudi Pieter Goni, Wali Kota Makassar Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, Direktur Utama Bank Sulselbar Muhammad Rahmat.


Kepala Bapenda Sulsel Tautoto TR mengatakan, Samsat Lorong akan melayani wajib pajak yang berada di dalam lorong. Petugas bapenda akan didampingi petugas kepolisian menerima pembayaran pajak dan melakukan pengesahan STNK di rumah wajib pajak.


“Untuk menghubungi armada Samsat Lorong, masyarakat cukup menelepon ke 0811 4440 0444 atau 0811 4440 0333. Setelah menelepon, petugas akan memverfikasi dan langsung meluncur ke tempat penelepon,” ujar mantan Pj Bupati Soppeng dan Bupati Toraja Utara.


Sementara samsat sipakainge’ adalah layanan pemberian informasi pajak kendaraan kepada masyarakat yang ditempel di kendaraan. Sementara samsat mobile banking adalah pembayaran pajak kendaraan dari ponsel pintar wajib pajak melalui aplikasi e-samsat yang dapat diunduh dari play store.


Toto, sapaan kepala bapenda, menambahkan, 10 unit armada samsat lorong merupakan bantuan dari Pemkot Makassar. Menurutnya, sumbangan ini sejalan dengan dana bagi hasil (DBH) yang diterima Makassar  yang cukup besar dibanding kabupaten/kota lain di Sulsel.


Pada tahun 2017 DBH dari Bapenda Sulsel yang dibagikan kepada 24 kabupaten/kota sebesar Rp 1.511.722.664.400. Khusus Kota Makassar mendapat Rp 336.895.321.400. Samsat Makassar memberikan kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) lebih dari Rp 735 miliar atau 43 persen dari total pencapaian PKB dan BBNKB hingga 7 November 2018 yang mencapai Rp 1,7 triliun.


Untuk sementara program Samsat Lorong ini baru melayani pembayaran pajak kendaraan tahunan. Sedangkan penggantian pelat atau pajak lima tahunan wajib datang ke samsat asal kendaraan untuk mengikuti proses registrasi dan cek fisik (identifikasi) kendaraan.


Pada tahap awal samsat lorong masih terbatas pada 10 unit motor yang berada di bawah kendali Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar 1 Selatan (Samsat Mappanyukki) dan UPT Pendapatan Wilayah Makassar 2 Utara di Sudiang.


Samsat Lorong hanya melayani pembayaran pajak kendaraan tahunan.  Sedangkan untuk penggantian pelat (5 tahunan), wajib pajak harus datang langsung ke kantor samsat asal kendaraan.


“Ini karena ada proses registrasi dan cek fisik (identifikasi) kendaraan. Proses ini harus ditempuh, untuk menghindari dan antisipasi adanya kendaraan curian,” katanya.


Operasional samsat lorong dibawah kendali Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar 1 Selatan (Samsat Mappanyukki) dan UPT Pendapatan Wilayah Makassar 2 Utara di Sudiang.(*)



Penulis : Infomakassarrong