UPTP Enrekang menggelar sosialisasi pajak daerah, di Hotel Sabindo, Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Enrekang, Jumat (9/11/2018).

ENREKANG, INFOMAKASSAR - Unit Pelaksana Teknis Pendapatan (UPTP) Wilayah Enrekang menggelar sosialisasi pajak daerah, di Hotel Sabindo, Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Enrekang, Jumat (9/11/2018).


Kepala UPTP Enrekang Rusmin membuka dan membawakan materi pada sosialisasi pajak tersebut.


Ia juga menyosialiasikan Visi Sulsel Baru di bawah kepemimpinan Gubernur Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Visi Sulsel baru adalah Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif, dan berkarakter.


Sosialisasi pajak ini dihadiri Amrullah dari Jasa Raharja dan Iptu Cecep Hudaya, Kanit Regident Satlantas Polres Enrekang, yang juga membawakan materi mengenai kesamsatan.


Hadir juga peserta sosialisasi yakni para diler, pemilik showroom, asosiasi pengurus kendaraan, mahasiswa, PNS, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum.


Menurut Rusmin, pajak adalah kontribusi wajib seseorang atau badan hukum kepada negara yang bersifat memaksa. Karena memaksa, pajak harus dibayarkan jika tidak penunggak pajak akan dikenakan denda.


Ia menjelaskan, pajak yang dikelola Provinsi Sulsel berbeda dengan pajak yang dikelola kabupaten/kota. Pajak yang dikelola provinsi adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.


Ia menambahkan, tahun ini target PKB Bapenda Sulsel sebesar Rp 1.217.660.785.000 yang telah tercapai sebesar Rp 961.211.082.646 hingga 30 Oktober 2018 atau sekitar 78,93 persen.


Dari lima pajak tersebut, Bapenda Sulsel ditargetkan pajak sebesar Rp 3.554.137.285.000 yang telah dicapai sebesar Rp 2.779.369.108.623 atau 78,20 persen.


Dari lima pajak yang dikelola Bapenda Sulsel, hingga September 2018, Pemkab Enrekang akan mendapatkan dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp 27,9 miliar.



Penulis : Infomakassarrong